HUT RI Memo X

Menu

UMKM Batik Pro Poor Jadi Andalan Pemkab

  Dibaca : 9 kali
UMKM Batik Pro Poor Jadi Andalan Pemkab
LAUNCHING: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH bersama Bupati Jember Dr Faida MMR saat apel besar bersama serta penandatanganan MOU launching program bahaya narkoba di lingkungan pelajar
space ads post kiri

Bondowoso memiliki seni batik yang tidak kalah uniknya dengan batik yang ada di daerah lainnya. Batik Bondowoso memiliki motif yang khas dengan corak yang berbeda dengan batik biasanya. Jika terinspirasi dari bentuk tanaman daun singkong dan daun tembakau yang membuat batik ini terlihat sangat istimewa. Di Bondowoso ada beberapa daerah yang menjadi pengrajin batik dan mereka dibina oleh Pemerintah Daerah.

Batik tulis di Desa Lumbung dan Sumbersari (mkl)

Batik tulis di Desa Lumbung dan Sumbersari (mkl)

Kerajinan batik yang banyak tersebar di Bondowoso menjadi salah satu andalan UMKM di Bondowoso dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat. Salah satunya batik Lumbung di Tamanan dan batik tulis Sumbersari di Maesan. Selain batik tulis, sejumlah UMKM lain yang menjadi binaan Pemkab diantaranya cluster kopi di Sumber Wringin dan pembuatan jajanan Pia khas Bondowoso.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganga, H. Bambang Sukwanto, MM menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menumbuhkan kreativitas masyarakat agar nantinya tercipta masyarakat yang mandiri. “Kita terus berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan UMKM,” ujarnya.

Bambang mengaku akan melihat reputasi dari kegiatan-kegiatan yang didukung oleh kabupaten, baik secara local maupun nasional. “Kalau batik di Sumbersari Maesan ini sudah skala Nasional,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan melihat status dari para perajin. Apakah ada metode pemberdayaan lain atau hanya sebatas menjadi pekerja. Kita akan melihat semua itu dalam skala prioritas sehingga semunya nantinya menjadi masyarakat yang berdaya sebagaimana cita-cita pemerintah kabupaten,” katanya.

Bambang menjelaskan, pihaknya akan memberikan dorongan serta menyediakan fasilitas dan akses terhadap warga yang bergelut di sector UMKM. Sementara itu, pemilik Batik tulis Maesan Bondowoso, Yuke menjelaskan bahwa motif batik yang menjadi icon Bondowoso adalah daun singkong dan daun tembakau. Batik ini merupakan batik yang cukup populer dari Bondowoso, sehingga banyak masyarakat yang menyebut batik ini dengan nama batik singkong Maesan atau batik Sumbersari. hal ini dikarenakan Maesan adalah nama sebuah kecamatan di Bondowoso dan Sumbersari merupakan nama sebuah desa di kecamatan Maesan sedangkan nama singkong adalah nama dari motif batik bondowoso yang banyak digemari.(mkl)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional