pariwisata kabupaten jember

Imigrasi Jember Perketat Pemohon Paspor

  Dibaca : 51 kali
Imigrasi Jember Perketat Pemohon Paspor

Maraknya aksi-aksi teror disejumlah daerah di Indonesia, membuat kantor Imigrasi Jember meningkatkan pengetatan pembuatan paspor masyarakat kawasan khususnya di wilayah Tapal Kuda atau ex Karesidenan Besuki.

LAYANAN : Aktifitas di kantor Imigrasi Jember

LAYANAN : Aktifitas di kantor Imigrasi Jember

Kewaspadaan tersebut dilakukan kepada warga negara Indonesia ataupun asing yang hendak ke luar negeri ataupun ke dalam negeri. “Kami memang mendapatan instruksi untuk memperketat permohonan pengurusan passport dengan jalan screening. Dan hal itu juga untuk mengantisipasi berkembangnya aliran radikalisme, khususnya di wilayah Kabupaten Jember ini,” kata Kepala Kantor Imigrasi Jember Rudiara Rahmad Kosasih, Senin (18/1) kepada sejumlah media massa.

Menurut Rudiara, secara formal pihaknya akan memperketat penelitian berkas pengajuan dari pemohon, serta pengawasan informal ketika dilakukan proses wawancara, sebelum diterbitkannya passport pemohon.
“Meski hingga saat ini masih belum ada masyarakat Jember maupun luar Jember yang terindikasi terlibat dalam jaringan terorisme, namun kantor Imigrasi kelas II Jember telah menerima data atau daftar sejumlah nama yang masuk dalam daftar hitam dari Dirjen Imigrasi untuk diwaspadai, atau pihak yang berwenang lainnya,” jelasnya.

Rudiara juga mengatakan, untuk meningkatkan kewaspadaan, kantor Imigrasi Jember melakukan screanning terhadap seluruh calon pemilik paspor sekaligus melakukan pencocokan dan penelitian data sebagaimana diperoleh dari Dirjen Imigrasi.

“Memang ada data nama yang masuk pada kami, namun itu bersifat rahasia negara, sehingga tidak bisa untuk publik. Tapi yang jelas, untuk pemohon paspor dari Jember dan sekitarnya hingga saat ini masih belum ada yang terindikasi masuk jaringan teroris,” ujarnya.

Pihaknya akan mengantisipasi keluar masuknya jaringan teroris, dengan melakukan koordinasi lintas sektoral, seperti dengan jajaran Kepolisian, Kodim 0824, Kantor Kementerian Agama, serta pemuka agama atau Kejaksaan, guna keperluan pendalaman proses screanning pembuatan paspor.

“Secepatnya kami akan melakukan koordinasi lintas sektoral, agar kami juga mengetahui peta daerah yang perlu diwaspadai dalam hal ajaran radikalisme yang selanjutnya berkaitan dengan pembuatan paspor,” imbuhnya.

Selain itu, Rudiara juga mengaku telah mendapat surat resmi dari beberapa instansi terkait seperti kepolisian, Badan Intelejen Nasional (BIN) dalam penanggulangan teror serta yang berisi sejumlah nama yang diindikasikan terlibat jaringan radikal.

“Jika mereka mengajukan permohonan passport kantor imigrasi diminta segera berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat,” pungkasnya. Karena menyangkut keaman nasional, Rudiara tidak bersedia menyebutkan nama-nama yang masuk dalam daftar cekal lebih rinci.(dik)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional