HUT RI Memo X

Menu

Dispendukcapil Jember Gelar Nikah Masal Non Muslim

  Dibaca : 6 kali
Dispendukcapil Jember Gelar Nikah Masal Non Muslim
LAUNCHING: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH bersama Bupati Jember Dr Faida MMR saat apel besar bersama serta penandatanganan MOU launching program bahaya narkoba di lingkungan pelajar
space ads post kiri

Belasan pasangan non muslim mengikuti pencatatan nikah masal di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember, Selasa (19/1). Acara yang digelar di halaman kantor Dispendukcapil ini diikuti 17 pasangan. Yang terdiri dari 14 pasangan beragama Katolik, 1 pasangan Protestan dan 2 pasangan Hindu dharma.

belasan pasangan warga non muslim yang mengikuti prosesi Nikah Masal di halaman

belasan pasangan warga non muslim yang mengikuti prosesi Nikah Masal di halaman

Menurut Kepala Dispendukcapil, Arif Tyahyono, acara ini merupakan kegiatan strategis yang tujuannya untuk mewujudkan tertib dan terbit administrasi. “Selain juga untuk membantu warga yang memiliki keterbatasan dalam memiliki dokumen kependudukan,” ujarnya.

Ditambahkan Arif, acara kali ini merupakan kegiatan kali ketiga pencatatan nikah masal bagi non muslim di Jember. “Pertama kali kami selenggarakan di Desa Umbulsari dan Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari, sedangkan yang kedua di Gereje Santo Yusup di Jember,” Imbuhnya.

Pasca dilaksanakannya pencatatan nikah bagi pasangan ini, Arif berharap, agar seluruh pasangan yang telah memiliki akte kelahiran yang berstatus anak mama, segera diajukan ke Dispendukcapil untuk dilakukan pengesahan.

“Kan kasihan kalau dalam aktenya (tertulis) anak mama. Jika ada akte yang tercatat anak mama, segera bawa kesini, agar nama ayahnya (juga) tercatat,” pintanya.

Pantauan wartawan, belasan pasangan itu menjalankan prosesi pencatatan nikah secara sederhana. Sebelum dilakukan penandatanganan akta nikah secara simbolis, mereka diminta untuk melakukan ikrar setia kepada pasangannya masing-masing. Tercatat untuk pasangan termuda atas nama bagus eko Sudarto dengan Sugiati (Hindu) sedangkan pasangan tertua Bejo Wiarto dengan Katemi (Katolik).

Banyak warga menganggap Nikah Cukup Saat Pemberkatan di Gereja
Belasan pasangan Katolik yang mengikuti pencatatan nikah masal di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disependukcapil) memberi gambaran bahwa masih ada sebagian pemeluk agama Katolik yang masih menganggap nikah itu cukup di gereja.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional