HUT RI Memo X

Menu

Kepala Kemenag Jember Nyatakan Mayoritas Ponpes Ajarkan Akhlakul Kharimah

  Dibaca : 7 kali
Kepala Kemenag Jember Nyatakan Mayoritas Ponpes Ajarkan Akhlakul Kharimah
LAUNCHING: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH bersama Bupati Jember Dr Faida MMR saat apel besar bersama serta penandatanganan MOU launching program bahaya narkoba di lingkungan pelajar
space ads post kiri

* Pondok Pesantren Tidak Ajarkan Paham Radikal

Pondok Pesantren di Indonesia khususnya di Kabupaten Jember mengajarkan ajaran Islam yang sesuai dengan Al Quran dan hadist. Pondok Pesantren mengajarkan hal yang baik atau akhlakul kharimah, belum pernah ditemukan Ponpes yang mengajarkan kekerasan atau paham radikalisme di Kabupaten Jember.

Kepala Kemenag Jember H Rosyadi Badar

Kepala Kemenag Jember H Rosyadi Badar

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jember H Rosyadi Badar kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Selasa (19/1). Menurutnya pantauan Kemenag di Jember belum ditemukan lembaga pendidikan di bawah Kemenag yang mengajarkan aliran radikalisme.

“ Di Kabupaten Jember selama ini pantauan tim kami hingga ke pelososk daerah di seluruh kecamatan belum ditemukan adanyan lembaga pendidikan yang menagajarkan aliran radikalisme, “ katanya.

Masih kata alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo ini, pihak Kemenag Jember aktif melakukan antisipasi dengan mengerahkan semua jajaran dibawahnya hingga ke lembaga pendidikan. Baik melalui Kantor Urusan Agama dengan penyuluh agama Islam sehingga dapat melakukan sosialisasi tentang ajaran Islam yang baik dan benar.

Ditambahkannya, pihak Kemenag Jember juga tetap melakukan koordinasi dengan instansi lainnya yang terkait baik Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres Jember, Kodim, Bakesbangpol, Kejaksaan Negeri. Hal ini dilakukan agar konsolidasi serta penyamaan visi dan misi dalam penanggulangan paham radikalisme ataupun organisasi terlarang lainnya dapat maksimal.

“ Koordinasi dengan instansi lain juga kami lakukan mas, agar terjalin komunikasi yang baik serta konsolidasi penyamaan visi dan misi tentang penanggulangan paham radikalisme dapat tercapai, “ imbuhnya.

H Rosyadi juga menyampaikan bahwa pihaknya maksimal dalam mencegah penyebaran munculnya paham-paham ataupun ajaran radikalisme maupun organisasi terlarang lainnya. Peran guru ngaji di surau ataupun penyampain ulama saat khotbah Jum’at dan acara-acara keagamaan lainnya. Pada acara tersebut disampaikan tentang NKRI yang merupakan harga mati di Indonesia.

“ Penyampaian NKRI harga mati di Indonesia saat acara keagamaan, pengajian ataupun khotbah Jum’at juga merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran pahan radikalisme ataupun organisasi terlarang lainnya. Namun dari kesemuanya untuk Jember belum ada laporan yang masuk tentang paham radikal atau organisasi terlarang lainnya, “ pungkasnya.(dik)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional