HUT RI Memo X

Menu

Motor Tak Lengkap Didata, Siswa Dipanggil

  Dibaca : 4 kali
Motor Tak Lengkap Didata, Siswa Dipanggil
LAUNCHING: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH bersama Bupati Jember Dr Faida MMR saat apel besar bersama serta penandatanganan MOU launching program bahaya narkoba di lingkungan pelajar
space ads post kiri

* Polsek Kalibaru Sosialisasi Berlalulintas di SMKN

Polsek Kalibaru Banyuwangi melakukan razia di sekolah, Rabu kemarin. Petugas kepolisian sekaligus melakukan sosialiasi cara berlalu-lintas yang benar untuk kalangan pelajar. Hal ini dilakukan seiring dengan maraknya aksi kebut-kebutan dan kurangnya disiplin berlalu-lintas di kalangan pelajar.

Petugas Polsek Kalibaru -guru

Petugas Polsek Kalibaru -guru

Petugas lalulintas Polsek Kalibaru dibantu dengan petugas Tantrib kecamaan setempat mendatangi SMKN Kalibaru dan langsung menggelar razia di lahan parkir kendaraan di sekolah tersebut. Sasarannya adalah sepeda motor yang menyimpang dari standar pabrikkan, misalnya spion tidak komplit atau variasi, motor protolan, serta tidak memasang plat nomer. Setidaknya ada 21 kendaraan roda dua yang terjaring aparat melanggar aturan tentang lalulintas.

Usai melakukan razia di parkir sekolah, petugas lantas tersebut memanggil pemilik kendaraan ke ruang guru untuk diberi pembinaan. Selain diarahkan untuk melengkapi dan mengganti suku cadang yang tidak sesuai standar pabrik, para pelajar SMK ini juga diwajibkan menulis surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Menurut Kapolsek Kalibaru AKP Bambang Suprapto, razia kendaraan di lingkungan SMKN Kalibaru ini atas permintaan pihak sekolah kepada aparat. Penertiban itu sesuai surat permohonan yang dilayangkan pihak sekolah. “Aparat diminta membantu pihak sekolah memberi pelajaran tertib berlalulintas dengan cara menggelar razia kendaraan para siswa. Bagi yang kendaraannya melanggar dibina agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” jelasnya kemarin.

Cara ini, kata AKP Bambang, lebih efektif. Sebab, para siswa yang terjaring bisa mengetahui kesalahannya dibawah pantauan langsung dewan guru. Selanjutnya, hasil razia bisa diteruskan kepada pihak orang tua agar bekerja sama dengan sekolah dan aparat melakukan pembinaan tertib lalulintas pada anaknya. “Operasi lalin yang digelar di jalan raya berlaku hukum tilang. Untuk yang di lingkungan SMKN ini tidak. Kita hanya mencari kendaraan yang kurang pas, lalu siswanya dipanggil agar melengkapi. Para orang tua juga diberitahu agar sama-sama saling mengingatkan,” terang dia.

Pendidikan tertib lalulintas memang patut diajarkan sejak dini sehingga kalangan pelajar yang masih ABG bisa mengikuti aturan yang berlaku. Harapannya tingkat pelanggaran lalulintas di jalan raya semakin minim dan keselamatan pengguna maupun pengendara lain kian terjaga.(har)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional