pariwisata kabupaten jember

Eksekutif dan Legislatif Terus ‘Berkonflik’

  Dibaca : 155 kali
Eksekutif dan Legislatif Terus ‘Berkonflik’
nara sumber dalam dialog Mengurai Kebuntuan Politik di Jember

# Setahun Bupati -Wakil Bupati Jember Menjabat

Bukan rahasia lagi jika hubungan antara Eksekutif atau Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Jember dan Legislatif atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember tidak harmonis serta cenderung “berkonflik”.

Jika selama ini Kabupaten Jember dipimpin oleh unsur birokrat, namun dengan hasil Pilkada 2015 yang lalu menghasilkan pemimpin baru dari kalangan swasta. Gaya kepemimpinan unsur swasta yang berbeda dengan birokrat menjadi perhatian masyarakat Jember saat ini.

Birokrat maupun Legislatif yang selalu mesra dan selama ini masuk “dalam zona nyaman“ nampaknya kelabakan dengan gaya kepemimpinan Bupati perempuan pertama yang tegas , tanpa basa-basi dan komitmen menghilangkan budaya pungli yang cenderung koruptif di semua lini.

Umumnya dalam birokrasi jika terjadi kebuntuan atau kemacetan komunikasi dilakukan adanya suatu komunikasi atau loby-loby yang bukan rahasia umum lagi menghasilkan sesuatu sikap kompromi untuk melancarkan suatu kebijakan bersama baik antar Eksekutif dan Legislatif.

Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Siswono dalam paparannya terkait kebuntuan komunikasi politik di Jember saat dialog interaktif di salah-satu stasiun radio di Jember beberapa waktu lalu menyampaikan untuk mengurai kebuntuan komunikasi di Jember, dirinya memberikan masukan kepada Eksekutif agar membentuk tim kecil kepercayaan Bupati agar dapat berkomunikasi dengan DPRD.

“Agar kebuntuhan ini cepat terurai dan tidak berlarut-larut, ya bentuklah tim kecil khusus yang dipercaya Bupati untuk berkomunikasi dengan DPRD,” katanya.

Bagi Siswono maksud tegak lurus yang selalu didengungkan Bupati Jember dr Faida adalah satu komando aturan dari pusat yang diterapkan di daerah. “Jadi sesuai aturan dan prosedural dari pusat ke daerah,” ucap Ketua Komisi C tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Jember Ahmad Rusdan dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa unsur pimpinan di Kabupaten tidak hanya Bupati. Jika Bupati dianggap komunikasinya buntu masih ada Wakil Bupati yang dapat diberdayakan untuk berkomunikasi dengan DPRD.

Page 1 of 41234
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional