pariwisata kabupaten jember

Terkendala Jaringan Internet

  Dibaca : 111 kali
Terkendala Jaringan Internet
Kepala Sekolah SMPN 2 Arjasa Murtini, MPd

# Sejumlah SMP Subra 32 Dipastikan Tak Ikuti UNBK

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 2) Arjasa, yang berada di Desa Biting, Kecamatan Arjasa dipasikan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pasalnya jangkauan jaringan Internet yang masuk kedalam lembaga tersebut masih terbatas dan akan mengikuti ujian biasa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMPN 2 Arjasa Murtini, MPd saat ditemui Memo X diruang kerjanya Sabtu (18/2). Murtini mengatakan sejak awal pihaknya sudah menyampaikan bahwa lembaganya siap untuk mengikuti UNBK. Namun ada kendala yaitu jaringan internet dari Telkomsel yang masuk masih minim dan terbatas.

“Padahal kendala ini sudah kerap kali kami sampaikan kepada pihak Telkomsel, agar segera menaikkan kapasitas internet yang ada, namun hingga bulan Desember 2016 kemarin masih belum ada respon,” ungkapnya.

Masih menurut Murtini, terkait permasalahan tersebut pihak Telkomsel sendiri sudah menyatakan siap membantu menaikkan kapasitas Internet, namun hingga detik ini masih belum ada realisasinya atau masih menunggu giliran untuk menaikkan kapasitas internetnya.

“Sebenarnya pihak telkomsel sudah siap ketika kami menyampaikan perihal tersebut, namun hingga kini masih belum terealisasi,” ujar Murtini.

Oleh karenanya lanjut Murtini dengan adanya kendala itu pihaknya selaku Kasubra wilayah Arjasa, sudah memberikan surat pernyataan kepada Dispendik, bahwa seluruh anggota yang tergabung dalam Subra (sub rayon) 32 tidak siap untuk mengikuti UNBK, dan akan mengikuti ujian biasa.

“Kami bersyukur Dispendik sendiri memaklumi dengan keadaan yang kami hadapi saat ini. Secara keseluruhan sebenarnya kami siap mengikuti UNBK, berhubung masih ada kendala mau gimana lagi, siswa kami yang siap untuk mengikuti UNBK sebanyak 199 anak,” imbuhnya.

Diketahui sesuai dengan pentunjuk Kemendikbud ( Kementerian dan Kebudayaan ) bahwa 50% untuk lembaga setingkat SMP, harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun kemudian ada perubahan pihak Kemendikbud memberikan kelonggaran, 30%, untuk SMP harus mengikuti ujian UNBK.

Disinggung perihal pendidikan gratis, Murtini mengatakan dilembaga yang dipimpinnya saat ini, untuk Pendidikan gratis sudah berjalan 2 tahun lebih.
“Sementara untuk Bimbingan Belajar (Bimbel) hingga kini tetap berjalan, walaupun mengandalkan anggaran dari pihak sekolah,” pungkasnya. (jok/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional