pariwisata kabupaten jember

Pola Tanam Sistem Hidroponik Kian Digemari Warga

  Dibaca : 157 kali
Pola Tanam Sistem Hidroponik Kian Digemari Warga

# Dapat Diatur Untuk Stok Barang dan Ditanam di Lahan Sempit

Lemahnya kemampuan petani dalam menciptakan kepastian stok barang secara berkelanjutan yang dibutuhan konsumen dan masa tanam yang terbatas. Kelemahan itulah yang selalu dimanfaatkan oleh para tengkulak dan atau pedagang bermodal besar (Kapitalis).

Jika petani masih tetap melakukan cara-cara konvensional (lama) baik cara bertanam atau bertransaksi, sampai kapanpun tidak mungkin akan bisa bersaing dengan mereka. Pasalnya dengan sistem lama itu ini petani tidak akan dapat memenuhi kebutuhan (stok) barang yang diminta konsumen langsung secara rutin dengan jumlah tertentu.

Demikian disampaikan petani Hydrophonik (Green House), Kustiono Musri saat didatangi di rumahnya Rabu (22/2) di Greenhouse. Menurut Kustiono para pedagang dan tengkulak bermodal besar mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Agar bisa menciptakan kebutuhan barang sendiri secara rutin, petani harus bersatu dan bekerjasama, baik melalui komunitas-komunitas sesuai jenis tanaman maupun melalui koperasi.

“Jadi prinsip dasar yang tidak dimiliki petani, adalah kepastian menyediakan stok barang secara kontinyu, kepastian supai barang pada konsumen langsung, kepastian stok barang ini hanya bisa disediakan oleh para tengkulak, dan para pedagang besar (Kapitalis), sehingga dengan begitu tidak ada peluang, konsumen itu bisa berhubungan dengan petani secara langsug,” ujarnya.

Petani Hydroponik Green House yang juga dikenal dengan aktivis anti korupsi ini mencontohkan, ketika seorang pemilik rumah makan (restoran), setiap hari membutuhkan sayur tertentu, contohnya sawi, maka dengan kondisi petani yang masih seperti ini, maka bisa dipastikan tidak akan pernah ada petani yang sanggup memenuhi kebutuahn tersebut.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional