pariwisata kabupaten jember

OTT SMKN 8 Jember Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

  Dibaca : 178 kali
OTT SMKN 8 Jember Polisi Tetapkan Tiga Tersangka
Kapolres Jemebr AKBP Kusworo Wibowo bersama Kajari H.Ponco saat menggelar release OTT SMKN 8 Jember

# Kepala Sekolah dan Dua Wakil Kepala Sekolah Diamankan

Kembali tunjukkan taringnya, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar berhasil mengamankan S oknum Kepala Sekolah SMKN 8 Jember dan juga KA serta S yang merupakan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Sarana Prasarana di sekolah tersebut.

OTT SMKN 8 Jember Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Kapolres Jemebr AKBP Kusworo Wibowo bersama Kajari H.Ponco saat menggelar release OTT SMKN 8 Jember

Kepada sejumlah wartawan baik wartawan cetak, elektronik dan on line dihalaman Mapolres Jember Selasa (7/3) Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SIK, SH, MH didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Jember H Ponco, SH, MH, Kasi Pidana Khusus Asih, SH dan juga Wakapolres Kompol Edo Kentriko serta Kasatreskrim AKP Bambang Wijaya, ST mengungkapkan Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan pihak Tim Saber Pungli dari laporan wali murid yang keberatan dengan adanya pungutan yang bersifat memaksa.

“Berawal dari laporan masyarakat yakni wali murid tentang adanya pungutan yang bersifat memaksa. Setelah kita dalami kemudian bergerak menerjunkan tim untuk melakukan OTT,” katanya.

Masih kata mantan Kasat Reskrim Polres Jember tahun 2009 lalu, pungutan tersebut ditujukan kepada 254 siswa yang akan mengikuti ujian akhir sekolah. Kapolres juga menyampaikan bahwa pihak sekolah melakukan penekanan jika tidak membayar sang anak tidak boleh ikut ujian.

“Hal itulah yang menjadi dasar dan juga bukti lain yang kita jadikan pegangan dalam melakukan OTT tersebut,” ujarnya.

Dari OTT yang dilakukan di SMKN 8 Jember pada 1 Maret lalu sambung Kapolres, diamankan tiga orang pelaku yang kini menjadi tersangka. Selain itu juga diamankan sejumlah dokumen dan uang tunai 41 juta lebih.

“Ketiga pelaku mulai dari Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah diamankan beserta barang bukti yang ada,” tuturnya.

Lebih lanjut perwira menengah dengan dua melati di pundak tersebut menjelaskan bahwa dari pengembangan penyelidikan petugas diketahui bahwa setiap anak dari 254 siswa dikenai biaya satu juta rupiah.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional