pariwisata kabupaten jember

Nelayan Puger Pailit dan Berhadapan Dengan Bank

  Dibaca : 100 kali
Nelayan Puger Pailit dan Berhadapan Dengan Bank

# Paceklik ikan berkepanjangan

Sudah hampir dua tahun, Paceklik ikan melanda nelayan Puger, dampaknya bukan cuma mematikan sumber ekonomi namun mereka juga dihadapkan pada tunggakan bank yang berujung pada status pailit dan penyitaan anggunan, Hal tersebut biasa terjadi pada nelayan besar.

Nelayan Puger Pailit dan Berhadapan Dengan Bank

Samsul Bahri, Salah seorang nelayan setempat, mengatakan jika sepanjang musim paceklik ikan berjalan, kisaran lima nelayan besar setempat sudah dinyatakan pailit oleh bank. Sehingga, selain tidak memiliki sumber penghasilan, mereka juga kehilangan tempat tinggalnya. ”Akhirnya ya terpaksa tinggal di kerabatnya, ” kata Samsul Sabtu (11/3).

Dalam kondisi seperti sekarang, menurut Samsul, yang nasibnya lebih beruntung adalah nelayan dengan perahu kecil, pasalnya mereka masih bisa mencari benur atau baby lobster. ” Perahu kecil Bisa mendapatkan 3.000 ekor bahkan lebih, sementara untuk perahu besar tidak bisa melakukannya,” ungkapnya.

Bukan hanya Iming-iming harga namun kondisi paceklik itulah yang lantas membuat sejumlah nelayan Puger nekad menangkap benur kendati aktifitas itu dilarang oleh pemerintah.

“Dengan Harga perekor benur anakan kondisi hidup mencapai Rp 8.000, ya lumayan mas, bisa sambung hidup, ” paparnya.

Sementara itu Kepala Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Nur Hasan, membenarkan kebanyakan nelayan Puger yang justu berhadapan dengan tagihan bank adalah nelayan besar.

Nur Hasan menyatakan bahwa sebagian dari mereka mengandalkan modal usaha dari kredit bank, praktis selama musim paceklik nelayan besar tidak bisa melaut, yang akhirnya berujung aggunan yang di buat jaminan di di Bank yang meminjaminya disita.

“Benar mas, Sepanjang tahun 2017 ini, nelayan besar warga saya yang menjadi korban sita bank,” jelasnya.

Malah yang lebih beruntung, lanjut Hasan, adalah nelayan besar yang menjalin kemitraan dengan perusahaan pengolah ikan, nelayan seperti ini biasanya cuma mendapatkan kucuran dana saat musim ikan saja. ” Itupun bentuknya semacam uang muka pembelian, dan bukan kredit.” terangnya. (lum/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional