pariwisata kabupaten jember

Makam Korban Miras Oplosan Dibongkar

  Dibaca : 133 kali
Makam Korban Miras Oplosan Dibongkar
OTOPSI: Suasana di lokasi pemakaman yang dibongkar oleh Tim Biddokes Polda Jatim

Tim Biddokkes Polda Jatim membongkar makam korban miras oplosan, Kiki Fatma Yunita (14) yang meninggal pada Minggu 5 Maret lalu Senin (13/3/2017). Pembongkaran itu dilakukan setelah adanya tuntutan dari kuasa hukum keluarga korban yang meminta dilakukan otopsi.

Makam Korban Miras Oplosan Dibongkar

OTOPSI: Suasana di lokasi pemakaman yang dibongkar oleh Tim Biddokes Polda Jatim

Rombongan Biddokes Polda tiba sekitar 09.30 di lokasi makam Dusun Kebonsari, Desa Tamansari, Kecamatan Ambulu tempat Kiki dimakamkan kurang lebih seminggu yang lalu. Puluhan warga sekitar menyaksikan prosesi pengangkatan kembali jasad gadis di bawah umur yang tewas setelah menenggak alkohol 70% yang dicampur dengan serbuk Kuku Bima.

Kuasa Hukum keluarga korban Dina Aprillia, menduga, korban meninggal bukan murni lantaran menenggak alkohol. Dari kondisi fisik yang nampak saat korban baru saja meninggal kata Lia, disinyalir sempat terjadi kekerasan pada diri korban yang meninggal.

Kondisi fisik yang dimaksud Dina ialah adanya luka fisik pada dada sebelah kiri korban. Selain itu, saat meninggal, mata korban dalam kondisi melotot.

“Yang pernah saya pelajari dari sejumlah literatur, kalau orang meninggalnya melotok bisa jadi yang bersangkutan sempat mendapat kekerasan fisik yang amat sangat,” ujarnya.

Dia sendiri baru mendapatkan akat limpah kuasa dari pihak keluarga korban pada Sabtu (11/3/2017) kemarin. Keluarga berujar kepadanya jika kematian Kiki nampak begitu janggal, dan oleh karenanya meminta keadilan.

Diakui olehnya jika keluarga menolak saat jasad Kiki hendak divisum. Pasalnya, keluarga korban yang notabene berlatar belakang ekonomi rendah takut keberatan jika mesti dimintai biaya visum.

Di tempat yang sama, Kapolsek Wuluhan, AKP Zaenuri, membenarkan jika korban belum sempat diotopsi. Sebab, sesaat menjelang petugasnya melakukan otopsi, pihak keluarga mengaku enggan.

“Beberapa hari setelah pemakaman korban, datang pengacara dari keluarga korban meminta adanya otopsi, maka kami tindak lanjuti dengan menggali ulang makam korban,” katanya.

Hingga siang hari di sekitar lokasi pemakaman jenazah tersebut di padati oleh ratusan orang yang ingin melihat dekat proses pengangkatan korban oplosan tersebut. (lum)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional