pariwisata kabupaten jember

Mantan Kades Nogosari Ditahan

  Dibaca : 127 kali
Mantan Kades Nogosari Ditahan

# Diduga Terjerat Korupsi Rp 500 Juta

Sepak terjang Kejaksaan Negeri Jember patut diapresiasi warga Jember yang haus akan keadilan. Jika sebelumnya banyak kasus dugaan korupsi yang terkesan “macet“ dan cenderung jalan ditempat kini ditangan pimpinan yang baru taring Kejari Jember diperhitungkan.

Mantan Kades Nogosari Ditahan

Seperti yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember pada Selasa (14/3/2017) melakukan penahanan badan bagi Kades Nogosari Kecamatan Rambipuji berinisial ZA.

Tersangka ZA oleh penyidik Kejari Jember ditahan badan di Lapas agar mempermudah pemeriksaan. Dia diduga telah melakukan penyelewengan hingga rugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember H.Ponco Hartanto, SH, MH kepada sejumlah wartawan baik media cetak, elektronik dan on line menjelaskan pihaknya melakukan penahanan  terhadap Kades Nogosari di lapas Kelas II A Jember.

“Pihak Kejari Jember pada Selasa 14 Maret 2017 menahan mantan Kades Nogosari. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pemeriksaan,” katanya.

Masih kata Ponco sapaan akrab beliau, selain itu juga untuk memastikan tersangka tidak lagi mengulangi perbuatannya,  tidak mempengaruhi saksi-saksi, serta agar tidak merusak atau menghilangkan Barang Bukti.

“Penahanan Penyidikan untuk Kades Nogosari ini, akan dilakukan selama 20 hari terhitung sejak hari ini. Jika dianggap belum cukup maka penahanan bisa diperpanjang selama 20 hari lagi,” ujarnya.

Tersangka sambung Ponco, yang diduga telah melakukan penyimpangan atas Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) dan Tanah Kas Desa (TKD) tahun 2013 -2015 ini, ditengarai telah menyebabkan kerugian negara sedikitnya Rp 500 juta. 

“Jumlah tersebut  dimungkinkan bertambah mengingat masih ada tersangka lain yang diduga terlibat. Pasalnya kasus korupsi jamaknya tidak dilakukan seorang diri melainkan kolektif,” paparnya.

Meskipun total kerugian sebagian sudah dikembalikan, Ponco menegaskan hal tersebut tidak akan menghapus perkara pidana yang telah diproses di Kejari Jember.

“Tersangka selanjutnya akan dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkasnya. (dik)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional