pariwisata kabupaten jember

Pengembang Lari, Warga Renovasi Rumah Sendiri

  Dibaca : 109 kali
Pengembang Lari, Warga Renovasi Rumah Sendiri
Pemilik Rumah Land Consolidation Puger harus Membetulkan Rumahnya Sendiri

Setelah kurang lebih 9 tahun warga Dusun Puger Kulon dan Wetan, Desa puger, Kecamatan Puger, Jember harus menahan amarah dan juga bersabar karena rumah yang seharusnya sudah tempati mereka dan juga selayaknya harus layak huni masih terbengkalai tak terurus.

Pengembang Lari, Warga Renovasi Rumah Sendiri

Pemilik Rumah Land Consolidation Puger harus Membetulkan Rumahnya Sendiri

Permasalahan demi permasalahan yang dialami Perum LC (Land Consolidation, red) yang berada di sebelah selatan pesisir pantai pancer puger ahirnya membuat penerima rumah dari pemerintah seminggu terahir ini terpaksa menempati dengan kondisi seadanya.

Tidak hanya itu saja, sebagian penghuni demi untuk tidur nyenyak harus merogoh kocek dalam untuk membenahi rumah tersebut yang masih berkondisi 70-80 persen tersebut.

Hingga pada hari Minggu (19/3) sore kemarin, penghuni yang terpaksa menempati rumah tersebut sebanyak 80 Kepala Keluarga, dan beberapa prasarana seperti Mushola dan Tempat Pembelajaran Alquran sudah di bersihkan dan siap di pergunakan meski kondisinya masih sangat kurang layak.

Siti Aisyah (62) warga Dusun Kauman, Desa Puger Kulon penerima Perum LC mengaku kondisi yang dialami pemilik lahan perumahan LC.

“Ini kondisinya mas, janji janji pengembang mau meneruskan dan merenovasi hanya isapan jempol belaka” ujarnya memelas.

Lain halnya dengan versi Sunardi (40) dirinya menegaskan, jika tidak menempati rumah tersebut maka akan tinggal entah dimana. Sedangkan rumah yang dulu sudah habis masa kontrak.

“Meski kondisinya tidak layak kami tetap tempati, dan kami berharap pemerintah cepat tanggap dengan kondisi kami rakyat pesisir Puger,” tandasnya.

Dari informasi beberapa narasumber dan juga penerima perum, jika memang benar jikalau perumahan tersebut memang sengaja di buat tidak kondusif oleh beberapa oknum, dan hal tersebut yang membuat warga mencari tahu.

Alhasil setelah 9 tahun, sertifikat tanah tersebut sudah di gadaikan di salah satu Koperasi simpan Pinjam,(KSP) oleh orang bukan penerima Perum dan hal tersebut ahirnya sedikit menguak tabir mangraknya perumahan rakyak tersebut.(lum/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional