pariwisata kabupaten jember

Hampir 9 Bulan Kasus Dugaan Korupsi Dana Banpol Gerindra “Parkir” di Kejari

  Dibaca : 68 kali
Hampir 9 Bulan Kasus Dugaan Korupsi Dana Banpol Gerindra “Parkir” di Kejari
ilustrasi

Jember, Memo X – Penanganan dugaan kasus Bantuan Dana Politik (Banpol) yang diduga melibatkan petinggi di partai berlambang Garuda tersebut hingga kini masih belum ada tindak lanjutnya. M Sholeh pelapor dugaan kasus dugaan korupsi kegiatan pendidikan politik dalam bentuk workshop bahkan sudah berkali-kali menanyakan penanganan kasus ini ternyata belum mendapatkan jawaban pasti.

Kepada media M Sholeh mengungkapkan, dirinya bukan hanya sekali menanyakan kasus ini, bahkan ia sudah berkali-kali mendatangi kejari untuk menanyakan kepastian kasus dugaan korupsi dana Banpol di Gerindra, namun sayangnya belum ada kepastian sejauh mana kasus tersebut berjalan.

“Berkali-kali saya menanyakan kepastian kasus dugaan korupsi dana Banpol tersebut kepada pihak kejaksaan negeri Jember, namun hasilnya tetap sama, masih belum jelas. Bahkan yang membuat saya heran, seharusnya laporan saya tersebut sudah ada di meja kasi Pidana Khusus di Kejari, namun anehnya kok sudah 9 bulan masih di meja Kasi Intel?,” ungkapnya heran.

Karena itu dirinya berkomitmen akan tetap mengawal kasus ini hingga tuntas meskipun dengan konsekwensi jabatan maupun posisi saya di Gerindra. Sebab menurutnya salah satu visi misi yang diusung partai Gerindra, khususnya ketua Umum Gerindra, Prabowo.S adalah pemberantasan korupsi meskipun melibatkan kadernya.

Pihak kejaksaan negeri Jember sendiri hingga kini masih belum ada klarifikasi pasti terkait penanganan dugaan kasus korupsi dana banpol tersebut. Mudjianto,SH kasi intel saat dikonfirmasi via Hp belum memberikan klarifikasi.

Kasus dugaan korupsi dana Banpol partai Gerindra yang kini ditangani pihak Kejari Jember diindikasikan telah merugikan negara hingga Rp.81,5 juta. Dana yang berasal dari APBD 2015 tersebut rencananya digunakan untuk kegiatan pendidikan politik dalam acara workshop kepada PAC dan ranting partai Gerindra, namun sayangnya kegiatan tersebut diduga fiktif karena tidak semuanya digunakan untuk kegiatan workshop. Hal ini diperkuat dengan pengakuan beberapa PAC partai Gerindra yang menyatakan tidak pernah diberi pelatihan pendidikan politik serta adanya audit dari BPKP provinsi. (kik)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional