pariwisata kabupaten jember

Dikira Diculik, Ternyata Main Layangan

  Dibaca : 115 kali
Dikira Diculik, Ternyata Main Layangan
LAPOR: Suasana rumah keluarga yang diduga korban penculikan

Kabar penculikan anak yang bertebaran di media sosial ternyata berdampak traumatis tersendiri pada sejumlah warga.  Selasa (21/3/2017) siang kemarin, Winda (29) warga Dusun Ponjen Lor, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, sampai melaporkan anaknya Gabriel (9) yang semula diduga hilang ke polsek setempat. Nyatanya, si anak tidak hilang, melainkan sedang bermain layangan  di tepian sungai.

Dikira Diculik, Ternyata Main Layangan

LAPOR: Suasana rumah keluarga yang diduga korban penculikan

Kepada  sejumlah awak media, Winda bercerita, semula ia menduga anaknya dicuri predator anak setelah menjelang pukul 13.00 hari Selasa itu seorang sales sebuah produk consumers goods datang ke rumahnya.

Dia mengesankan jika gelagat sales itu begitu mencurigakan. Setelah ia menolak tawaran penjualan dari si sales, lantas si sales langsung pergi meninggalkan rumah Winda.

Perginya si sales disusul dengan keluarnya Gabriel dari rumah tanpa pamitan, beberapa saat setelah anak itu pulang sekolah. Lantas, Winda dengan spontan terpikir jika anaknya, Gabriel, yang baru saja keluar rumah itu sedang menjadi korban penculikan oleh sales asing tersebut. 

Dia mengaku, dugaan pencurian terhadap anaknya tersebut lantaran ia kerap mendapati kabar penculikan anak dari media sosial. Sebagai ibu yang memiliki anak kecil, dia mengaku begitu terdampak dengan kabar burung itu.

”Saya memiliki anak kecil. Jadi kabar belakangan tentang penculikan anak begitu mengkhawatirkan diri saya,” ujar ibu muda itu.

Kekhawatirannya berbuntuk laporan kepada petugas kepolisian. Sekitar pukul 13.00 ia mendatangi Mapolsek Kencong dengan laporan anaknya menjadi korban penculikan orang. Petugas yang menerima laporan itu lantas bergegas melakukan pencarian.

Setelah hampir sekitar tiga jam pencarian, ternyata Gabriel didapati sedang bermain bersama beberapa temannya di tepian sungai Dusun Pangonan, Desa Kencong, Kecamatan Kencong. Berjarak 2 km dari rumahnya.

Sementara itu, salah seorang petugas yang melakukan pencarian terhadap Gabriel, Ipda M. Na’i, mengimbau agar warga tidak mudah termakan isu penculikan anak yang beredar di media sosial. Kendati demikian, ia mengapresiasi kesigapan orangtua yang lekas melaporkan kecurigaannya tersebut.

“Kami imbau agar warga tidak mudah terprovokasi isu penculikan anak. Tapi cepat tanggapnya orangtua patut kami apresiasi,” pungkasnya. (lum)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional