HUT RI Memo X

Menu

Sengketa Jual Beli Tanah Berujung Pelaporan ke Polisi

  Dibaca : 33 kali
Sengketa Jual Beli Tanah Berujung Pelaporan ke Polisi
. Heri Sutikno Saat Beberkan Perihal Pelaporan nya Ke Polres Jember.
space ads post kiri

Bambang S.: Saya Tunggu Saja Pemanggilan dari Pihak Polres

Jember, Memo X.Com– Permasalahan jual beli tanah yang berujung pada pelaporan Heri Sutikno kepada pihak berwajib membuat pihak terlapor (Kades Gumukmas.Red.) memilih menunggu panggilan resmi Mapolres Jember. Pengakuan Sutikno, merasa dibuat kucing kucingan oleh Bambang, kepala desa Gumukmas Jember.

Heri menceritakan, pada tahun 2016 ia menjual sebidang tanah sawah kepada Bu Sutama dengan nilai Rp 67 juta. Akhirnya, keduanya sepakat dan terjadilah transaksi awal Rp 8 juta untuk pengikat tanah tersebut yang diberikan melalui tangan Bayan Desa. Selang 1 minggu pihak Heri Sutikno meminta uang kepada yang bersangkutan yaitu Sutama. Namun, uang tersebut sudah diberikan pak Kades oleh Sutama. Akhirnya, Heri Sutikno meminta uang tersebut dan belum diberikan sama pihak kades. “Uang sebesar 53 juta hingga detik ini belum diberikan ke saya,” ucapnya.
Hingga akhirnya, terjadilah kesalahpahaman tersebut sehingga Heri Sutikno melaporkan kades kepada pihak berwajib dengan isi pelaporan penipuan dan pengelapan.

Heri Sutikno menjelaskan asal muasal tanah, jika tanah tersebut adalah milik nenek dan kakeknya yang bernama Ginem dan Kayat. Lalu kedua orang tersebut punya anak 4 orang bernama 1. Ruswati (wafat dengan dua anak), no. 2 Eko Subandrio (wafat tanpa anak), no. 3 Riyadi, dan Aminoto. Sedang Heri Sutikno adalah anak dari Rusmiati yang akhirnya menerima hak waris peninggalan kakek neneknya untuk mewakili hak ibunya yang sudah meninggal, Senin (13/11/2017) pagi.

Kepala Desa Gumukmas, Bambang S. akhirnya mengungkapkan, pada saat uang tersebut sebagai tanda uang jadi sebesar Rp 8 juta awal memang diambil Heri Sutikno, lantas beberapa hari kemudian pembeli dan pak Bayan Nur Halim serta Heri ketemuan di warung di daerah Kencong. “Setelah itu Heri meminta uang sejumlah uang sebesar Rp 17 juta kepada pihak pembeli dan hal tersebut disampaikan Bayan kepada saya,” ucap Bambang.

Tak hanya itu saja, kata Bambang, ia sendiri memang menerima uang sebesar kurang lebih Rp 36 juta dari Sutama untuk pelunasan jual beli tersebut. “Dan pada saat Heri Sutikno datang dan meminta uang seingat saya Rp 5 juta dan lainnya dititipkan ke saya sisanya dengan dalih Heri untuk menutup hutang kepada pamannya bernama Riyadi sebesar Rp 53 juta dengan ketentuan jika uang sudah terkumpul semua akan dibayarkan tanggungan Ibu Rusmiyati saat hidup meminjam kepada Riyadi,” terangnya.

Namun tidak sampai disitu saja, lanjut Bambang, kadang Heri Sutikno datang dan meminta uang Rp 2 juta dan hingga beberapa kali sampai akhirnya yang bersangkutan hijrah dan bekerja di Kalimantan. “Apapun pengakuan Heri dan sudah melaporkan saya ke Polres Jember akan saya terima. Jika memang dia memungkiri hal tersebut tidak apa apa, mungkin yang bersangkutan khilaf dan saya tunggu aja pemangilan pihak Polres kepada saya hingga semua terkuak apa sebenarnya yang terjadi,” ungkas Bambang S. (lum/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional