pariwisata kabupaten jember

Realisasikan Swasembada Kedelai, Perhutani Tanam Kedelai Serentak

  Dibaca : 288 kali
Realisasikan Swasembada Kedelai, Perhutani Tanam Kedelai Serentak
Program tanam kedelai serentak yang dimotori oleh Perhutani bersinergi dengan sejumlah stake holder yang ada di daerah bersama petani dan masyarakat sekitar hutan, diyakini akan mampu mendongkrak produksi kedelai dalam negeri

MemoX Jember – Menjadi salah satu stake holder yang memiliki potensi untuk pengembangan komoditas perkebunan, Perhutani KPH Jember lakukan Tanam Kedelai Serentak. Bersama sejumlah mitra kerja, Perhutani bersinergi untuk menyumbangkan potensinya dalam rangka pemenuhan kebutuhan kedelai nasional sekaligus sebagai salah satu upaya untuk menghentikan impor kedelai yang selama ini masih dilakukan. “Dalam kegiatan ini kita juga bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Pemkab Jember, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran kecamatan dan desa,” ungkap Administratr Perum/KPH Jember, Ir. Karuniawan Purwanto Sanjaya.

Bertempat di kawasan hutan Perum Perhutani KPH Jember petak 37a RPH Grintingan BKPH Wuluhan, Dusun Grintingan Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan, Rabu (29/11/2017) penanaman kedelai dilakukan secara simbolis, yang dihadiri langsung oleh perwakilan pimpinan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur. “Kita juga berkoordinasi dengan LMDH dan petani hutan yang tergabung dalam LMDH Mitra Usaha,” tambah Iwan, sapaan akrab Adm. Perum/KPH Perhutani Jember.

Rencananya, tanam kedelai pada KPH Jember untuk bulan November dan Desember 2017 ini seluas 1.683,32 ha yang terdiri dari program APBN reguler seluas 566,07 ha dan APBN-P seluas 1.117,25 ha pada BKPH Ambulu, BKPH Wuluhan dan BKPH Mayang.”Untuk yang sudah ditanam luasannya adalah 110 ha pada BKPH Wuluhan dan BKPH Ambulu, dan sisanya seluas 1.573,32 ha akan ditanam pada Bulan Desember,” lanjut Iwan.

Dalam kegiatan ini, kebutuhan benih dan sarana produksi petani hutan berupa benih sebanyak 50kg/ha, rhizobium sebanyak 1.000 gr/ha dan pupuk organik sebanyak 8 liter/ha, digulirkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian. “Ini dilakukan semata-mata untuk mencapai swasembada kedelai, sekaligus untuk menghentikan impor kedelai dan target kita bisa tercapai pada tahun 2018 mendatang,” tambahnya. Sementara varietas yang ditanam adalah kedelai Indonesia kualitas terbaik, yakni dari varietas Baluran. Varietas ini dikenal baik, karena tidak mengandung GMO atau bukan dari rekayasa genetik, sehingga produk yang dihasilkan bisa dilempar ke pasaran dengan harga yang kompetitif. “Untuk program ini pemerintah telah mematok harga kedelai di pasaran dengan cukup kompetitif, yakni Rp. 8.500,- /kg. “Kita berharap program ini bisa diterima masyarakat dan petani khususnya, agar mereka memiliki motivasi yang baik dalam budidaya tanaman kedelai, sehingga dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa hutan,” lanjutnya. Sementara dari sisi olah tanah, tanaman kedelai juga diyakini dapat membantu proses kesburuan tanah dalam hal pengembalian unsur hara tanah tanpa harus menggunakan teknik olah tanah atau TOT. (ren/min)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional