HUT RI Memo X

Menu

Emoh Disebut Biang Masalah

  Dibaca : 4 kali
Emoh Disebut Biang Masalah
LAUNCHING: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH bersama Bupati Jember Dr Faida MMR saat apel besar bersama serta penandatanganan MOU launching program bahaya narkoba di lingkungan pelajar
space ads post kiri

Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Wuluhan, Sutyono, menampik tudingan miring terhadap Perhutani yang dianggap melanggengkan penambangan emas liar di kawasan hutan pangkuannya, hingga menyebabkan tersumbatnya saluran irigasi primer di Sungai Kesilir….

* Perhutani Jember Soal Irigasi di Desa Kesilir

Kepada sejumlah wartawan, Sabtu (16/1), Sutyono menilai tudingan itu terlalu berlebihan dan tidak masuk akal.

Karena, selain razia rutin yang dilakukan pihaknya kepada penambang emas liar, kawasan hutan yang dijarah oleh para penambang hanya 0,6 persen dari total luasan hutan sekitar 1250 hektar.

“Apalagi, endapan lumpur yang menyumbat aliran sungai tersebut tidak hanya berada di muara saluran pembuangan dari curah gunung. Melainkan yang berada diatasnya juga tersumbat,” katanya, seusai melakukan razia penambang emas liar di kawasan Gunung Manggar.

Kendati demikian, Sutyono tetap mengakui jika memang ada dampak dari aktifitas penambangan emas liar tersebut, meski prosentasenya tidak sebesar yang dituduhkan oleh sejumlah kalangan.

“Kalau dikatakan tertutupnya saluran irigasi itu murni dari sini (Gunung Manggar), ya mohon dikoreksi lagi (pernyataan itu). Saya bukannya membela diri, tidak. Tapi kalau dianggap menjadi satu-satunya penyebab, saya kira (tuduhan) itu kurang logis,” jelasnya.

Sutyono menduga, tersumbatnya saluran irigasi primer di Desa Kesilir hingga mencapai 1.2 kilometer itu, bisa berasal dari pengolahan sawah petani yang terbawa arus air dari hulu saluran irigasi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, ribuan petani gugur gunung membersihkan endapan lumpur yang membuat tersumbatnya aliran irigasi Sungai Kesilir.

Sebab, saluran irigasi primer ini mengairi sawah petani sekitar 2.700 hektar, yang saat ini telah memasuki masa tanam.

Sebagian kalangan pun menuding, mampetnya saluran irigasi disebabkan aktifitas penambangan emas liar di kawasan Gunung Manggar Desa Kesilir, yang dampaknya menimbulkan pendangkalan sungai karena material tanah sisa penambangan terbawa arus hujan melalui curah gunung. (jok)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional